Kamis, 01 November 2018

Karakteristik Keterampilan Gerak Anak Usia Dini



Karakteristik Keterampilan Gerak Anak Usia Dini

A.    Keterampilan Lokomotor
Menurut David L.Gallahue keterampilan motorik dapat diklasigikasikan menjadi tiga jenis yaitu:
“Lokomotor , berjalan, berlari, melompat, kontrol, objek: melempar, menangkap, menendang, dan keseimbangan dan stabilitas. Salah satunya yaitu gerak dasar lokomotor diartikan sebagai gerakan atau keterampilan memindahkan tubuh atau setempat yang lain untuk mengangkat tubuh ke atas.”
               Gerak dasar lokomotor merupakan dasar macam-macam keterampilan yang sangat perlu adanya bimbingan, latihan dan pengembangan agar anak-anak dapar melaksanakan dengan baik dan benar. Sebagai gerak lokomotor perkembangan sebagai hasil dari berbagai tahap. Proses terbentuknya gerak tidak terjadi secara otomatis, tapi merupakan akumulasi dari proses belajar dan berlatih, yaitu dengan cara memahami gerakan dan melakukan gerakan berulang-ulang yang disertai dengan kesadaran gerak yang dilakukan.
               Menurut Agus Mahendra gerak lokomotor yaitu: “gerak lokomotor atau sering disebut juga Traveling atau diartikan sebagai gerak perpindah tempat, seperti jalan, lari, dan lompat. Ketiga keterampilan ini dianggap sebagai keterampilan yang paling dasar lokomotor, karena merupakan keterampilan yang berkembang bersama perkembangan dan lebih bersifat fungsional.
1.      Macam-macam Gerak Lekomotor
Gerak lokomotor (gerak berpindah tempat) dimana bagian tubuh bertumpuk bergerak atau berpindah tempat, misalnya jalan lari, loncat dan lompat.
a.       Berjalan
Berjalan adalah suatu gerak melangkah kesegalah arah yang dilakukan oleh siapa saja yang tidak mengenal usia namun demikian, gerakan yang tidak diperhatikan pada masa usia sekolah dasar dihawatirkan mengakibatkan kelainan dalam berjalan dikemudian hari. Untuk itu gerak berjalan maupun bentuk-bentuk latihan dalam belajar harus disosialisasikan, baik itu dalam kelompok kecil maupun besar. Menurut Eddy Purnomo menyatakan bahwa jalan jinjit dapat merangsang kekuatan pada otot tungkai dan dapat mengembangkan keseimbangan anak. Sehingga guru dapat menggunakan kegiatan jalan jinjit untuk merangsang kedua unsur motorik kasar tersebut, kegiatan jalan jinjit dapat di variasi dengan kegiatan lainnya seperti berlari, bolak-balik, lari zig zag dan meloncat simpai. Saat melakukan gerakan berjalan, anak tidak selalu berjalan lancar. Menurut Bambang Sujono akan timbul masalah-masalah pada saat melakukan gerakan berjalan. Masalah-masalah tersebut yaitu:
1)      Mengayun bagian sisi yang sama (kaki kiri dengan tangan kiri dan sebaliknya)
2)      Gagal melakukan tekukan pergelangan kaki, lutut maupun persendian pinggul yang dapat mengakibatkan  gerakan menjadi  mamantul atau seperti robot.
3)      Postur tubuh yang tidak benar yang ditandai dengan mengangkat kepala dan tubuh bagian atas ke depan, bahu membungkuk (bungkuk udang) serta pinggul yang diangkat (kepala dan tubuh bagian atau harus tegak).
4)      Gerakan tumit tersendat (terdorong keatas dan kebawah dari bagian ujung jari).
b.    Berlari
Lari merupakan gerak dasar lokomotor dan juga merupakan gerak dasar yang dimiliki manusia secara alami. Dalam kegiatan sehari-hari kita sering dihadapkan pada aktivitas gerak dasar ja;an dan juga lari. Berbeda dengan berjalan, berlari adalah pergerakan kaki yang cepat secara bergantian, pada saat yang cepat, kedua kaki meninggalkan bumi sebelum salah satu kaki segera bertumpu kembali. Sebagian besar anak sekolah dapat berlari pada kecepatan relatif tinggi dan dengan mudah dapat mengubah arah larinya.
Tahapan pola lari yang sudah matang akan menunjukan hal-hal esensial berikut ini : tubuh memelihara sedikit kecondongan kedepan selama pola melangkah, pandangan luas kedepan, kedua lengan mengayun dengan sudut yang luas dan disinkronkan secara berlawanan dengan ayunan kaki, kaki yang menumpu kontak dengan  tanah hampir rata dan dekat dibawah titik berat tubuh, lutut dari kaki yang bertumpu sedikit bengkok setelah kaki tersebut membuat kontak dengan tanah, pelurusan dari kaki yang bertumpu pada bagian panggul, lutut, dan pergelangan kaki mendorong tubuh kedepan dan keatas kearah fase melayang.
Berlari bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai dasar untuk memberikan oleh tubuh kepada siswa secara teratur. Guru bisa memanfaatkan faktor-faktor gerakan, seperti tempat, waktu, dan kekuatan untuk menciptakan berbagai variasi berlari. Variasi dapat juga diciptakan dengan menggunkan fungsi-fungsi tubuh dan anggota bagian tubuh. Berlari tidak banyak berbeda dengan berjalan, hanya saja akan lebih cepat sampai tujuan dan geraknya suatu saat melayang diudara atau agak melompat.
c.    Melompat
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat atau lambat dengan mampu satu kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh lainnya dengan keseimbangan yang baik. Contoh pengembangan gerak lompat, misalnya lompat jauh.
d.   Berjengket
Gerakan berjengket lebih sukar dibandingkan dengan gerakan meloncat karena gerakan ini menggunakan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan satu kaki yang sama. Gerakan ini tentunya membutuhkan kekuatan kaki yang lebih besar. Dan keseimbangan tubuh yang lebih baik. Gerakan berjengket pada umumnya dapat dilakukan anak pada usia kurang lebih 4 tahun mesikipun gerakannya belum baik.
e.    Rolling atau Berguling
Berguling merupakan beregerak sepanjamg permukaan dengan berputar tanpa berhenti, membentuk satu sama yang berputar terus menerus. Guling kedepan ke belakang (rocking) atau kesamping merupakan bentuk kegiatan dasar dalam mengembangkan gerakan mengguling (rolling), khususnya sebagai komponen dalam melakukan guling kedepan dan kebelakang.
2.    Manfaat Gerak Lokomotor
Kemampuan gerak lokomotor yang dimiliki anak prempuan maupun anak laki-laki mempunyai kesamaan. Adapun manfaatnya gerak lokomotor itu sendiri terhadap anak yaitu:
a.     Melatih atau memperbanyak pengalaman anak.
b.     Dapat membantu anak dalam meningkatkan kekuatan dan daya tahan dari otot-otot yang digunakan.
c.     Anak secara tidak langsung diperkaya diperbendaharaan geraknya, sehingga memiliki khasanah gerak dasar dan juga semakin kaya.
Ketika hal tersebut dieksplorasi oleh guru dan anak, maka secara langsung atau tidak langsung, hal itupun berpengaruh kepada struktur kognitif anak yang semakin banyak menerima rangsang berupa gerak, sehingga semakin memperkaya jalinan tautan di dalam otak anak.
Sedangkan menurut bambang sujiono menyatakan bahwa manfaat gerak lokomotor, meningkatkan perkembangan koordinasi yang melibatkan otot-otot besar, pertumbuhan otot, data tahan dan stamina dan dapat memberrikan rasa gembira pada anak.
Diperkuat menurut Sumantri bahwa gerak lokomotor mempunyai manfaat untuk meningkatkan jaringan otot sehingga memungkinkan anak lebih mampu menjelajahi ruang yang lebih luas dan menjangkau objek-objek yang berada disekitarnya. Kemungkinan menjelajah tersebut memacu berkembangannya untuk melakukan beberapa macam kemampuan gerakan.
B.     Keterampilan Non Lokomotor
Gerak non lokolotor adalah gerakan yang akan dilakukan di tempat. Tanpa ada ruang gerak yang memakai kemampuan nonlokomotor terdiri dari menekuk dan meregang, mendorong dan menarik, mengangkt dan menurunkan, melipat dan memutar, mengocok, melingkar, melambung dan lain lain. Contoh gerak non lokomotor adalah : mengulur, menekuk, mengayam, bergoyang, berbelok, berputar, meliuk, mendorong, mengakat dan menyandar.
1.      Memutar Badan. Gerakan memutar badan dapat dilakukan dengan memutar setengah badan dimana posisi kedua kaki tetap, tetapi anggota badan mulai dari pinggang sampai kepala diarahkan kesamping.
2.      Menekuk Badan. Gerak menekuk badan dapat dilakukan dengan jongkok, menunduk atau menekuk badan kesamping.
C.    Keterampilan Manipulatif
Gerak manipulatif adalah gerak yang dikembangkan ketika anak tengah menguasai bermacam objek. Kemampuan manipulatif lebih banyak melibatkan tangan dan kaki, tetapi bagian lain dari tubuah kita juga dapat digunakan.  Bentuk-bentuk gerak manipulatif terdiri dari gerakan yang mendorong (melempar, memdorong, menendang), gerakan menerima,(menangkap) dan gerakan memantul-mantulkan bola atau menggiring bola.
Bermain merupakan suatu sarana penting bagi perkembangan sosial, emosioanal, kognitif anak juga mereflesikan perkembangannya, memberi kesempatan pada anak  untuk memahami lingkungan, berinteraksi dengan yang lain dengan cara-cara sosial, mengekspesikan dan mengontrol emosi serta mengembangkan kapabilitas anak
Keterampilan manipulatif melibatkan tindakan mengontrol suatu objek khusnya dengan tangan dan kaki. Terdapat dua klasifikasi dari keterampilan manipulatif, yaitu reseptif dan propulsif.
Keterampilan reseptif adalah keterampilan menerima suatu objek, sedangkan keterampilan propulsif merupakan gerakan yang memiliki ciri penggerahan atau kekuatan terhadap suatu objek. Beberapa gerakan yang termasuk didalam gerakan manipulatif antara lain.
a.       Menggelindingkan bola
Menggelindingkan, meliputi pengarahan gaya atau tenaga terhadap suatu objek yang mempertahankan kontaknya dengan permukaan tempat benda tersebut bergerak atau gerakan yang menerapkan gaya terhadapt suatu benda dan benda tersebut harus tetap menyentuh landasanya. Menurut Samsudin gerakan menggelinding objek seperti bola, merupakan gerakan manipulatif yang paling mendasar yang dapat dilakukan oleh  anak-anak untuk belajar bagaimana mengontrol kecepata dan arah suatu benda. Gerakan menggelinding bola bisa diposisiskan dalam sikap duduk atau berdiri.
b.      Menedang
Menendang merupakan keterampilan manipulatif yang menggunakan kaki untuk menggerakan objek. Menedang bola diam adalah dasar untuk menendang bola yang bergerak.
c.       Menerima dan Mengontrol Bola (Trapping)
Trapping adalah keterampilan manipulatif adalah menerima dan mengontrol objek (dalam hal ini bola) dengan badan bagian bawah, tungkai dan kak. Berkenaan dengan bola bawah, bola harus di hentikan atau diturunkan kecepatanya.
d.      Menangkap
Menangkap merupakan gerakan manipulatif yang melibatkan penghentian suatu objek yang kontro yang satu atau kedua tangan . pada tahap awal biasanya objek akan dihentikan dengan satu bagian  atau dengan beberapa bagian anggota tubuh. Penguassan koordinasi mata dan tangan  akan memudahkan bagi anak untuk menangkap objek yang melayang kehadapannya.
e.       Memukul
Gerakan memukul, misalnya memukul bola, dilakukan dengan cara sebagai berikut: mula-mula anak berusaha mengayunkan tanganya dengan lengan lurus kearah depan atas. Selanjutnya gerakan akan berkembang dan mampun memukul dari samping kearah depan serta memukul dari samping kearah depan serta memukul bola di atas kepala. Perkembangan memukul bola mulai tampak pada usia yang makin bertambah, dan kemampuan memukul akan semakin timbul dcan berkembang apabila anak memperolah kesempatan untuk melakukannya berulang-ulang.

Referensi

Cerika Rismayanthi, “pengembangan keterampilan gerak dasar sebagai stimulasi motorik bagi anak TK melalui aktivitas jasmani” .
Rike Sulistiawati, “mengembangkan kemampuan motorik kasar anak melalui gerak lokomotor ditaman kanak-kanak widya bahkti tanjung senang bandar lampung”, (Diakses pada 04 maret 2018, 11.00)
Arif Hidayat, “Peningkatan Aktivitas Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Menggunakan Model Permainan Pada Siswa Sekolah Dasar”, volume 9 nomor 2. September 2017.
Mirawati, Eva Rahmawati,”Permainan Modivikasi Untuk Simulasi Keterampilan Gerak Dasar Manipulatif Anak Usia 2-4 tahu, vol.1 No.2 November 2017.e-issn 2579-7190.


























Tidak ada komentar:

Posting Komentar