Karakteristik Keterampilan
Gerak Anak
Usia
Dini
A. Keterampilan
Lokomotor
Menurut David L.Gallahue keterampilan motorik dapat
diklasigikasikan menjadi tiga jenis yaitu:
“Lokomotor
, berjalan, berlari, melompat, kontrol, objek: melempar, menangkap, menendang,
dan keseimbangan dan stabilitas. Salah satunya yaitu gerak dasar lokomotor
diartikan sebagai gerakan atau keterampilan memindahkan tubuh atau setempat
yang lain untuk mengangkat tubuh ke atas.”
Gerak dasar lokomotor merupakan
dasar macam-macam keterampilan yang sangat perlu adanya bimbingan, latihan dan
pengembangan agar anak-anak dapar melaksanakan dengan baik dan benar. Sebagai
gerak lokomotor perkembangan sebagai hasil dari berbagai tahap. Proses
terbentuknya gerak tidak terjadi secara otomatis, tapi merupakan akumulasi dari
proses belajar dan berlatih, yaitu dengan cara memahami gerakan dan melakukan
gerakan berulang-ulang yang disertai dengan kesadaran gerak yang dilakukan.
Menurut Agus Mahendra gerak
lokomotor yaitu: “gerak lokomotor atau sering disebut juga Traveling atau
diartikan sebagai gerak perpindah tempat, seperti jalan, lari, dan lompat.
Ketiga keterampilan ini dianggap sebagai keterampilan yang paling dasar
lokomotor, karena merupakan keterampilan yang berkembang bersama perkembangan
dan lebih bersifat fungsional.
1. Macam-macam
Gerak Lekomotor
Gerak lokomotor (gerak berpindah tempat) dimana bagian
tubuh bertumpuk bergerak atau berpindah tempat, misalnya jalan lari, loncat dan
lompat.
a.
Berjalan
Berjalan
adalah suatu gerak melangkah kesegalah arah yang dilakukan oleh siapa saja yang
tidak mengenal usia namun demikian, gerakan yang tidak diperhatikan pada masa
usia sekolah dasar dihawatirkan mengakibatkan kelainan dalam berjalan
dikemudian hari. Untuk itu gerak berjalan maupun bentuk-bentuk latihan dalam
belajar harus disosialisasikan, baik itu dalam kelompok kecil maupun besar.
Menurut Eddy Purnomo menyatakan bahwa jalan jinjit dapat merangsang kekuatan
pada otot tungkai dan dapat mengembangkan keseimbangan anak. Sehingga guru
dapat menggunakan kegiatan jalan jinjit untuk merangsang kedua unsur motorik
kasar tersebut, kegiatan jalan jinjit dapat di variasi dengan kegiatan lainnya
seperti berlari, bolak-balik, lari zig zag dan meloncat simpai. Saat melakukan
gerakan berjalan, anak tidak selalu berjalan lancar. Menurut Bambang Sujono
akan timbul masalah-masalah pada saat melakukan gerakan berjalan.
Masalah-masalah tersebut yaitu:
1)
Mengayun
bagian sisi yang sama (kaki kiri dengan tangan kiri dan sebaliknya)
2)
Gagal
melakukan tekukan pergelangan kaki, lutut maupun persendian pinggul yang dapat
mengakibatkan gerakan menjadi mamantul atau seperti robot.
3)
Postur
tubuh yang tidak benar yang ditandai dengan mengangkat kepala dan tubuh bagian
atas ke depan, bahu membungkuk (bungkuk udang) serta pinggul yang diangkat
(kepala dan tubuh bagian atau harus tegak).
4)
Gerakan
tumit tersendat (terdorong keatas dan kebawah dari bagian ujung jari).
b.
Berlari
Lari merupakan gerak dasar lokomotor dan juga merupakan
gerak dasar yang dimiliki manusia secara alami. Dalam kegiatan sehari-hari kita
sering dihadapkan pada aktivitas gerak dasar ja;an dan juga lari. Berbeda
dengan berjalan, berlari adalah pergerakan kaki yang cepat secara bergantian,
pada saat yang cepat, kedua kaki meninggalkan bumi sebelum salah satu kaki
segera bertumpu kembali. Sebagian besar anak sekolah dapat berlari pada
kecepatan relatif tinggi dan dengan mudah dapat mengubah arah larinya.
Tahapan pola lari yang sudah matang akan menunjukan
hal-hal esensial berikut ini : tubuh memelihara sedikit kecondongan kedepan
selama pola melangkah, pandangan luas kedepan, kedua lengan mengayun dengan
sudut yang luas dan disinkronkan secara berlawanan dengan ayunan kaki, kaki
yang menumpu kontak dengan tanah hampir
rata dan dekat dibawah titik berat tubuh, lutut dari kaki yang bertumpu sedikit
bengkok setelah kaki tersebut membuat kontak dengan tanah, pelurusan dari kaki
yang bertumpu pada bagian panggul, lutut, dan pergelangan kaki mendorong tubuh
kedepan dan keatas kearah fase melayang.
Berlari bisa dimanfaatkan oleh guru sebagai dasar untuk
memberikan oleh tubuh kepada siswa secara teratur. Guru bisa memanfaatkan
faktor-faktor gerakan, seperti tempat, waktu, dan kekuatan untuk menciptakan
berbagai variasi berlari. Variasi dapat juga diciptakan dengan menggunkan
fungsi-fungsi tubuh dan anggota bagian tubuh. Berlari tidak banyak berbeda
dengan berjalan, hanya saja akan lebih cepat sampai tujuan dan geraknya suatu
saat melayang diudara atau agak melompat.
c.
Melompat
Lompat adalah suatu gerakan mengangkat tubuh dari suatu
titik ke titik lain yang lebih jauh atau tinggi dengan ancang-ancang lari cepat
atau lambat dengan mampu satu kaki dan mendarat dengan kaki atau anggota tubuh
lainnya dengan keseimbangan yang baik. Contoh pengembangan gerak lompat,
misalnya lompat jauh.
d.
Berjengket
Gerakan berjengket lebih sukar dibandingkan dengan
gerakan meloncat karena gerakan ini menggunakan tumpuan satu kaki dan mendarat dengan
satu kaki yang sama. Gerakan ini tentunya membutuhkan kekuatan kaki yang lebih
besar. Dan keseimbangan tubuh yang lebih baik. Gerakan berjengket pada umumnya
dapat dilakukan anak pada usia kurang lebih 4 tahun mesikipun gerakannya belum
baik.
e.
Rolling
atau Berguling
Berguling merupakan beregerak sepanjamg permukaan dengan
berputar tanpa berhenti, membentuk satu sama yang berputar terus menerus.
Guling kedepan ke belakang (rocking) atau kesamping merupakan bentuk kegiatan
dasar dalam mengembangkan gerakan mengguling (rolling), khususnya sebagai
komponen dalam melakukan guling kedepan dan kebelakang.
2. Manfaat
Gerak Lokomotor
Kemampuan gerak lokomotor yang dimiliki anak prempuan
maupun anak laki-laki mempunyai kesamaan. Adapun manfaatnya gerak lokomotor itu
sendiri terhadap anak yaitu:
a.
Melatih
atau memperbanyak pengalaman anak.
b.
Dapat
membantu anak dalam meningkatkan kekuatan dan daya tahan dari otot-otot yang
digunakan.
c.
Anak
secara tidak langsung diperkaya diperbendaharaan geraknya, sehingga memiliki
khasanah gerak dasar dan juga semakin kaya.
Ketika hal tersebut dieksplorasi oleh guru dan anak, maka
secara langsung atau tidak langsung, hal itupun berpengaruh kepada struktur
kognitif anak yang semakin banyak menerima rangsang berupa gerak, sehingga
semakin memperkaya jalinan tautan di dalam otak anak.
Sedangkan menurut bambang sujiono menyatakan bahwa
manfaat gerak lokomotor, meningkatkan perkembangan koordinasi yang melibatkan
otot-otot besar, pertumbuhan otot, data tahan dan stamina dan dapat memberrikan
rasa gembira pada anak.
Diperkuat menurut Sumantri bahwa gerak lokomotor
mempunyai manfaat untuk meningkatkan jaringan otot sehingga memungkinkan anak
lebih mampu menjelajahi ruang yang lebih luas dan menjangkau objek-objek yang
berada disekitarnya. Kemungkinan menjelajah tersebut memacu berkembangannya
untuk melakukan beberapa macam kemampuan gerakan.
B. Keterampilan
Non Lokomotor
Gerak
non lokolotor adalah gerakan yang akan dilakukan di tempat. Tanpa ada ruang
gerak yang memakai kemampuan nonlokomotor terdiri dari menekuk dan meregang,
mendorong dan menarik, mengangkt dan menurunkan, melipat dan memutar, mengocok,
melingkar, melambung dan lain lain. Contoh gerak non lokomotor adalah :
mengulur, menekuk, mengayam, bergoyang, berbelok, berputar, meliuk, mendorong,
mengakat dan menyandar.
1.
Memutar Badan. Gerakan memutar badan
dapat dilakukan dengan memutar setengah badan dimana posisi kedua kaki tetap,
tetapi anggota badan mulai dari pinggang sampai kepala diarahkan kesamping.
2. Menekuk
Badan. Gerak menekuk badan dapat dilakukan dengan jongkok, menunduk atau
menekuk badan kesamping.
C. Keterampilan
Manipulatif
Gerak
manipulatif adalah gerak yang dikembangkan ketika anak tengah menguasai
bermacam objek. Kemampuan manipulatif lebih banyak melibatkan tangan dan kaki,
tetapi bagian lain dari tubuah kita juga dapat digunakan. Bentuk-bentuk gerak manipulatif terdiri dari
gerakan yang mendorong (melempar, memdorong, menendang), gerakan
menerima,(menangkap) dan gerakan memantul-mantulkan bola atau menggiring bola.
Bermain
merupakan suatu sarana penting bagi perkembangan sosial, emosioanal, kognitif
anak juga mereflesikan perkembangannya, memberi kesempatan pada anak untuk memahami lingkungan, berinteraksi
dengan yang lain dengan cara-cara sosial, mengekspesikan dan mengontrol emosi
serta mengembangkan kapabilitas anak
Keterampilan
manipulatif melibatkan tindakan mengontrol suatu objek khusnya dengan tangan
dan kaki. Terdapat dua klasifikasi dari keterampilan manipulatif, yaitu
reseptif dan propulsif.
Keterampilan
reseptif adalah keterampilan menerima suatu objek, sedangkan keterampilan
propulsif merupakan gerakan yang memiliki ciri penggerahan atau kekuatan
terhadap suatu objek. Beberapa gerakan yang termasuk didalam gerakan
manipulatif antara lain.
a.
Menggelindingkan bola
Menggelindingkan,
meliputi pengarahan gaya atau tenaga terhadap suatu objek yang mempertahankan
kontaknya dengan permukaan tempat benda tersebut bergerak atau gerakan yang
menerapkan gaya terhadapt suatu benda dan benda tersebut harus tetap menyentuh
landasanya. Menurut Samsudin gerakan menggelinding objek seperti bola,
merupakan gerakan manipulatif yang paling mendasar yang dapat dilakukan
oleh anak-anak untuk belajar bagaimana
mengontrol kecepata dan arah suatu benda. Gerakan menggelinding bola bisa
diposisiskan dalam sikap duduk atau berdiri.
b.
Menedang
Menendang
merupakan keterampilan manipulatif yang menggunakan kaki untuk menggerakan
objek. Menedang bola diam adalah dasar untuk menendang bola yang bergerak.
c.
Menerima dan Mengontrol Bola (Trapping)
Trapping
adalah keterampilan manipulatif adalah menerima dan mengontrol objek (dalam hal
ini bola) dengan badan bagian bawah, tungkai dan kak. Berkenaan dengan bola
bawah, bola harus di hentikan atau diturunkan kecepatanya.
d.
Menangkap
Menangkap
merupakan gerakan manipulatif yang melibatkan penghentian suatu objek yang
kontro yang satu atau kedua tangan . pada tahap awal biasanya objek akan
dihentikan dengan satu bagian atau
dengan beberapa bagian anggota tubuh. Penguassan koordinasi mata dan tangan akan memudahkan bagi anak untuk menangkap
objek yang melayang kehadapannya.
e.
Memukul
Gerakan
memukul, misalnya memukul bola, dilakukan dengan cara sebagai berikut:
mula-mula anak berusaha mengayunkan tanganya dengan lengan lurus kearah depan
atas. Selanjutnya gerakan akan berkembang dan mampun memukul dari samping
kearah depan serta memukul dari samping kearah depan serta memukul bola di atas
kepala. Perkembangan memukul bola mulai tampak pada usia yang makin bertambah,
dan kemampuan memukul akan semakin timbul dcan berkembang apabila anak
memperolah kesempatan untuk melakukannya berulang-ulang.
Referensi
Cerika Rismayanthi, “pengembangan
keterampilan gerak dasar sebagai stimulasi motorik bagi anak TK melalui
aktivitas jasmani” .
Rike Sulistiawati, “mengembangkan
kemampuan motorik kasar anak melalui gerak lokomotor ditaman kanak-kanak widya
bahkti tanjung senang bandar lampung”, (Diakses pada 04 maret 2018, 11.00)
Arif Hidayat, “Peningkatan Aktivitas
Gerak Lokomotor, Nonlokomotor, dan Manipulatif Menggunakan Model Permainan Pada
Siswa Sekolah Dasar”, volume 9 nomor 2. September 2017.
Mirawati, Eva Rahmawati,”Permainan
Modivikasi Untuk Simulasi Keterampilan Gerak Dasar Manipulatif Anak Usia 2-4
tahu, vol.1 No.2 November 2017.e-issn 2579-7190.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar