Jumat, 26 Oktober 2018

MULTIPLE INTELLIGENCES



MULTIPLE INTELLIGENCES

A.    Pengertian Multiple Intelligences
Multiple intelligences berasal dari dua suku kata,multiple dan intelligences multiple berarti ganda atau majemuk, intelligences berarti kecerdasan.
Multiple intelligences adalah istilah tentang ilmu kecerdasan yang memiliki arti kecerdasan jamak atau ganda. Teori ini di temukan dan dikembangkan oleh Prof. Howard Gardner seorang psikolog dari Harvad University, Amerika Serikat. Didalam teorinya ia menjelaskan bahwa setiap orang memiliki bermacam-macam kecerdasan,namun dengan kadar pengembangan yang berbeda antara kecerdasan yang satu dengan kecerdasan yang lainnya. Gardner mengungkapkan bahwa tidak ada anak bodoh atau pintar. Yang ada, anak yang menonjol dalam salah satu jenis kecerdasan. Dengan demikian, dalam menilai dan menstimulasi kecerdasan anak, orang tua dan pendidik selayaknya cermat merancang sebuah metode khusus.
Pengertian kecerdasan menurut Gardner adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah dan menciptakan produk yang mempunyai nilai budaya atau suatu kumpulan kemampuan atau keterampilan yang dapat ditumbuh kembangkan. Lalu multiple intelligences adalah kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu lebih dari satu macam.

B.     Macam-macamMultiple Intelligences
Seorang psikolog bernama Howard Gardner mengemukakan atau membagi kecerdasan majemuk/jamak/multiple menjadi 8 kecerdasan, yaitu kecerdasan verbal-linguistik, kecerdasan logis-matematis, kecerdasan visual-spasial, kecerdasan musikal, kecerdasan interpersonal, kecerdasan intrapersonal, kecerdasan naturalistik, dan kecerdasan jasmaniah-kinestetik.
Lalu, Walter McKenzie dalam bukunya Multiple Intellegences and Intrutional Technology, telah memasukan kecerdasan eksistensial/spiritual sebagai salah satu kecerdasan majemuk/jamak/multiple.
McKenzie menggunakan roda domain kecerdasan jamak, hal tersebut dimaksudkan untuk menyelaraskan kecerdasan dengan siswa yang ada kemudian diamati guru secara rutin didalam ruang kelas. 3 domain tersebut yaitu sebagai berikut :
1.      Domain interaktif, diperoleh melalui proses sosial yang terbangun secara  alamiah. Domain ini terdiri atas kecerdasan verbal, interpersonal, dan kinestetik.
2.      Domain analitik, terdiri atas kecerdasan musik, matematika-logis, dan naturalistik, yang digunakan oleh siswa dalam menganalisis data dan pengetahuan.
3.      Domain introspektif, terdiri atas kecerdasan eksistensial/spiritual, intrapersonal, dan visual-spasial. Ketiga kecerdasan tersebut diklasifikasikan kedalam domain ini karena memerlukan keterlibatananak untuk melihat sesuatu lebih dalam, bukan hanya sekedar memandang melainkan harus mampu membuat hubungan emosioanal antara yang mereka pelajari dengan pengalaman sebelumnya. Selain itu,anak juga harus meyakini bahwa akan ada perubahan yang terjadi dalam pembelajaran baru.
      Berikut merupakan pembagian kecerdasan menurut Howard Gardner dan ditambah satu kecerdasan menurut Walter McKenzie, yaitu :
1.      Kecerdasan Verbal-Linguistik
Kecerdasan Verbal-Linguistik merupakan kemampuan untuk berbahasa untuk mengekspresikan apa yang ada dalam pikirannya dan memahami orang lain. Dikatakan verbal karena mencakup kemampuan untuk mengekspresikan diri secara lisan dan tertulis.
Seorang anak yang memiliki kecerdasan bahasa yang tinggi akan mampu dengan lancar menceritakan apa yang ia alami, menceritakan sebuah cerita dan adegan lelucon, menulis lebih baik dari rata-rata anak seumurannya, memiliki memori ataupun informasi lebih baik dari anak pada umumnya seperti  tentang nama, tempat, tanggal, dan sebagainya.
Disamping itu anak yang memiliki kecerdasan bahasa selalu berusaha untuk meningkatkan penggunaan bahasa,sukamembaca, menulis, berdiskusi, menginterpretasikan dan menjelaskan. Ada banyak lagi kelebihan bila seorang anak memiliki kecerdasan verbal-linguistik. Untuk karier anak kelak yang memiliki kecerdasan bahasa dapat digambarkan ia akan menjadi seorang jurnalis, novelis, pengacara, pelatih, guru, dan lain sebagainya. Namun, semua itu tidak terlepas dari kehendak Allah swt dan usaha dari orang tua serta pendidikan dalam menstimulasi kecerdasannya tersebut.
2.      Kecerdasan Logis-Matematis
Kecerdasan matematis adalah kemampuan untuk mengekplorasi pola-pola, kategori-ketegori dan hubungan dengan memanipulasi objek atau simbol untuk melakukan percobaan dengan cara yang terkontrol dan teratur. Kecerdasan matematis disebut logis dan penalaran karena merupakan dasar dalam memecahkan masalah menggunakan sebuah pemikiran atau dapat memanipulasi bilangan.
Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini sangat menyukai dengan permainan bilangan atau menghitung, menyukai permainan matematika, suka teka-teki, suka mengumpulkan dan mengklasifikasikan sesuatu, suka melakukan percobaan dengan cara yang logis, serta masih banyak lagi.
Anak yang memiliki kecerdasan ini akan terarah pada seseorang yang memiliki keahlian dalam bidang matematika, sains, ilmuwan, arsitek, insinyur, akuntan, dan lain sebagainya. Karier tersebut akan lebih optimal bila terus distimulasi.
3.      Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan ini sering dikaitkan dengan kecerdasan atau bakat dalam hal seni, khususnya seni lukis dan arsitektur. Kemampuan berpikir visual-spasial merupakan kemampuan berpikir dalam bentuk visualisasi, gambar, dan bentuk 3 dimensi. Ada 3 kunci dalam  mendefinisikan kecerdasan ini, yaitu :
a.       Mempersepsi, yaitu menangkap dan memahami sesuatu melalui panca indra,
b.      Visual-spasial terkait dengan kemampuan mata, khususnya warna dan ruang,
c.       Mentransformasikan, yaitu mengalihbentukan hal yang ditangkap mata kedalam bentuk wujud lain, misalnya anak  melihat, merekam, mencermati, lalu yang dia tangkap itu dituangkan dalam bentuk lukisan, sketsa, lukisan, atau yang lainnya.
                        Komponen inti dari kecerdasan ini adalah kepekaan terhadap garis, warna, bentuk, dan keseimbangan. Komponen inti kecerdasan ini benar-benar bertumpu pada ketajaman melihat dan ketelitian pengamatan. Komponen lain dari kecerdasan ini yaitu kemampuan membayangkan dan mengorientasikan atau menggambarkannyadengan tepat.Karier dari anak yang memiliki kecerdasan ini bisa diarahkan menjadi pelukis, photographer, arsitek, dokter bedah, pemahat profesional, dan lain sebagainya.
4.      Kecerdasan Jasmaniah-Kinestetik
Kecerdasan Jasmaniah-Kinestetik merupakan kemampuan untuk menggunakan seluruhtubuh dalam mengekspresikan perasaan dan menggunakan tangan untuk menghasilkan ataumentransformasikan sesuatu. Komponen utama dari kecerdasan ini adalah kemampuan-kemampuan fisik yang spesifik seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan,kelenturan, kecepatan, kemampuan untuk menerima dan merangsang hal yang berkaitan dengan sentuhan.
Kecerdasan kinestetik disebut juga dengan kecerdasan olah tubuh karena dapat merangsang kemampuan seseorang untuk mengolah tubuh secara ahli, atau untukmengekspresikan emosi melalui gerakan. Kemampuan seperti ini dapat diamati pada anak yang banyak bergerak, seperti anak yang pandai berolahraga, menari,  ataupun cekatan dalam menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Dengan demikian, gambaran karier seorang anak yang pintar dalam kecerdasan kinestetik ini adalah menjadi seorang penari, atlet, pelatih, aktor, atau lain sebagainya. Namun, semua itu tidak terlepasdari stimulus yang diberikan pada diri anak.
5.      Kecerdasan Musikal
Kecerdasan Musikal didefinisikan sebagai kemampuan menangani bentuk musik yaitu meliputi :
a.       Menangkap atau menikmati musik dan bunyi-bunyi yang bernada,
b.      Membedakan dan membandingkan ciri bunyi musik, suara dan alat musik,
c.       Mengubah bentuk musik, seperti menciptakan dan memversikan musik,
d.      Mengekspresikan bentuk musik seperti bernyanyi,bersenandung, ataupun bersiul-siul.
Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini akan mempunyai sensitivitas untuk mendengarkan senandung musik, pola-pola musik, dapat dengan mudah mengingat melodi dan menyanyikannya, memberi respon secara emosional pada musik yang mereka dengarkan. Anak yang memiliki kecerdasan ini akan mengarah pada karier menjadi seorang musisi, pencipta lagu, konduktor, dan lain sebagainya.
6.      Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal adalah kemampuan memahami diri sendiri dan bertindak berdasarkan pemahaman tersebut. Komponen inti dari kecerdasan ini adalah kemampuan memahami diri yang akurat meliputi kekuatan dan keterbatasan diri, kecerdasan akan sesuai dengan suasana hati,maksud, motivasi, tempramen dan keinginan, serta kemampuan berdisiplin diri, memahamidan menghargai diri. Kemampuan menghargai diri juga berati mengetahui siapadirinya, apa yang dapat dan ingin dilakukan,bagaimana reaksi diri terhadap situasi tertentu, danmenyikapinya, serta kemampuan mengarahkan dan mengintropeksi diri. Kecerdasan intrapersonalmerupakan kecerdasan dunia batin, kecerdasan yang bersumber pada pemahaman diri seara menyeluruh guna menghadapi, merencakan, dan memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi.
Kecerdasan ini merujuk pada pemahaman terhadap diri sendiri dalam menentukan minat dan tujuan ketika melakukan perbuatan. Anak yang lebih menonjol kecerdasan interpersonalnya dapat menjadi ahli terapi, penyair, motivator, psikolog, filsuf, pemimpin spiritual, dan semacamnya jika mendapat bimbingan dan pendidikan yang layak. 
7.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan Interpersonal adalah kemampuan memahami pikiran, sikap, dan perilaku orang lain. Kecerdasanini merupakan kecerdasan dengan indikator-indikator yang menyenangkan bagi orang lain.
Komponen inti kecerdasan interpersonal adalah kemampuan mencerna dan menanggapi dengan tepat berbagai suasana hati, maksud, motivasi, perasaan, dan keinginan orang lain disamping kemampuan untuk melakukan kerjasama. Mereka memiliki kecerdasan ini sangat memerhatikan orang lain, memiliki kepekaan yang tinggi terhadap ekspresi wajah, suara dan gerak isyarat. Dengan kata lain, kecerdasan ini melibatkan banyak kecakapan, yakni kemampuan berempati pada orang lain, kemampuan mengorganisasi sekelompok orang menuju sesuatu tujuan bersama, kemampuan mengenai dan membaca pikiran orang lain, kemampuan berteman atau menjalin kontak.
8.      Kecerdasan Naturalistik
Kecerdasan Naturalistik adalah kemampuan dalam melakukan kategorisasi dan membuat hierarki terhadap keadaan organisme seperti tumbuh-tumbuhan, binatang dan alam. Salah satu ciri-ciri yang ada pada anak yang kuat dalam kecerdasan naturalistik adalah kesenangan mereka pada alam, binatang, misalnya berani mendekati, memegang, mengelus, bahkan memiliki naluri untuk memelihara. Kecerdasan naturalistic didefinisikan sebagai keahlian mengenali dan mengategorikan spesies, baik flora maupun fauna, dilingkungan sekitar, kemampuannya mengolah dan memanfatkan alam, serta melestarikannya.
Komponen inti dari kecerdasan ini adalah kepekaan terhadap alam (flora, fauna, formasi awan, gunung-gunung). Anak-anak yang memiliki kecerdasan ini cenderung menyukai alam terbuka, akrab dengan hewan peliharaan, dan bahkan menghabiskan waktu mereka didekat aquarium. Mereka mempunyai keingintahuan yang besartentang seluk beluk hewan dan tumbuhan. Pengembangan karier yang sesuai bagi anak yang memiliki kecerdasan naturalistik dapat diarahkan untuk menjadi ilmuan pertanian, ahli geologi, ahli biologi, astronot, ahli perikanan dan kelautan, nahkoda kapal, pelaut, aktivis alam, pendaki gunung, dan lain sebagainya.
9.      Kecerdasan Eksistensial-Spiritual
Diyakini sebagai kecerdasan yang paling esensial dibandingkan dengan berbagai jenis kecerdasan lain seperti kecerdasan intelektual emosional dan kecerdasan sosial. Kecerdasan spiritual itu berdasarkan padahati dan terilhami sehinggajikaseorang memiliki kecerdasan spiritual, maka segala sesuatu yangdilakukan akan berakhir dengan sesuatu yang menyenangkan.
Kata spiritual memiliki akar kata spirit yang berati roh. Kata ini berasal dari bahasa latin, spiritus yang berati nafas. Roh bisa diartikan sebagai energi kehidupan yang membuat manusia dapat hidup, bernafas dan bergerak. Spiritual beratipula segala sesuatu diluar fisik, termasuk pikiran, perasaan, dan karakter atau dikenal dengan kodrat. Berdasarkan definisi yang telah diberikan diatas, yang dimaksud dengan kecerdasan spiritual dalam tulisan ini adalah kapasitas hidup manusia yang bersumber dari hati yang dalam. Hal ini mencakup:
a.       Kesadaran terhadap hakekat dan eksistensi diri mendorong hadirnya pandangan luas terhadap dunia.
b.      Toleran yang merujuk pada kesadaran terhadap eksistensidiri akan membawa dampak yang berharga bagi munculnya keinginan untuk  mengaku  keadaan yang  lain. Disinilah  muncul  sikap toleransi terhadap  orang lain.
c.       Kebenaran adalah persesuain antara pengetahuan dan objeknya.
d.      Kebermaknaanyang berujuk pada sesuatu yang dapat bermakna bila dapat memberi nilai tambah dan memiliki gagasan yang segar, rasa humor yang dewasa.
e.       Penyerahan diri yang sepenuhnya kepada suatu kekuatan yang dapat mengatur seluruh alam dan seisinya.
f.       Kedamaian, suatukondisi jiwa yang merasa tenang nyaman dan aman.
C.    Cara Mengembangkan Multiple Intelligences
1.      Kecerdasan Verbal-Linguistik
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Berdialog atau berdiskusi,
b.      Membacakan cerita,
c.       Merangkai cerita,
d.      Bermain kartu huruf atau kata,
e.       Memutar film drama atau detektif lalu menuliskannya dalam bahasanya sendiri atau menceritakan apa yang diperkirakan akan terjadi pada cerita selanjutnya.
2.      Kecerdasan Logis-Matematis
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Bermain puzzel, dapat juga dengan permainan lain seperti ular tangga,
b.      Bermain dengan bentuk-bentuk geometri, dapat dimulai sejak usia bayi dengan menggantung berbagai bentuk geometri warna-warni,
c.       Pengenalan bilangan melalui nyanyian, tepuk, dan sajak berirama,
d.      Eksperimen sederhana misalnya bermain mencampur warna atau bermain menuang air ke berbagai wadah dengan bermacam bentuk.
3.      Kecerdasan Visual-Spasial
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Mengajak anak melukis, menggambar atau mewarnai,
b.      Memberikan kesempatan anak untuk mencorat-coret, biasanya dimulai sejak anak umur 18 bulan,
c.       Membuat prakarya, misalnya berbagai lipatan kertas yang akan melatih visual spatial anak. Kegiatan ini juga akan membangun kepercayaan diri anak,
d.      Mengunjungi berbagai tempat untuk memperkaya pengalamannya kemudian meminta anak menggambarkan apa saja yang sudah dilihatnya, misalnya ke kebun binatang atau museum.
4.      Kecerdasan Jasmaniah-Kinestetik
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Mengajak anak menari bersama,
b.      Berolah raga,
c.       Bermain pantomim,
d.      Bermain menempel, menggunting, dan berbagai kegiatan keterampilan lainnya disesuaikan dengan usia.
5.      Kecerdasan Musikal
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Karya wisata musik, misalnya ke stasiun radio/televsisi/PH, studio rekaman,
b.      Mengajak anak bermain musik, baik alat musik sungguhan maupun alat musik buatan sendiri (misalnya dari kaleng bekas ditutup kertas semen, konser musik dapur, dsb),
c.       Menirukan berbagai nada, memperdengarkan musik, dan mengajak anak bernyanyi sendiri atau bersama-sama.
6.      Kecerdasan Intrapersonal
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Bercakap-cakap tentang cita-cita setelah mengukur tinggi dan berat badan,
b.      Bercakap-cakap tentang kekurangan dan kelebihan diri dalam suasana santai, Bermain peran tentang berbagai profesi,
c.       Mengajak anak berimajinasi menjadi tokoh sebuah cerita dalam buku.
7.      Kecerdasan Interpersonal
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Mengajak anak berkunjung kerumah saudara atau tetangga,
b.      Menumbuhkan sikap ramah dan peduli pada sesama, misalnya berkunjung ke panti asuhan atau rumah sakit, memberikan bingkisan sederhana kepada anak jalanan,
c.       Melatih anak mengucapkan terima kasih, minta tolong atau minat maaf,
d.      Melatih kesabaran menunggu giliran.
8.      Kecerdasan Naturalistik
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Karya wisata alam, misalnya berjalan-jalan di alam terbuka,
b.      Memelihara hewan,
c.       Menanam pohon di halaman rumah,
d.  Memahamkan tentang pentingnya menghemat air dan membuang sampah pada tempatnya.    
9.      Kecerdasan Eksistensial-Spiritual
Kecerdasan ini dapat dikembangkan atau distimulasi melalui beberapa cara yaitu sebagai berikut :
a.       Menanamkan nilai-nilai agama,mengajarkan sholat,mengenalkan apa-apa saja yang di perbolehkan dan dilarang,
b.      Menyediakan buku-buku yang bernafaskan agama, mengenalkan tokoh-tokoh agama.

      Referensi
Yaumi  Muhammad, Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, Jakarta: Dian Rakyat, 2012. 
Yudrik Jahja, Psikologi Perkembangan, Jakarta, Kencana, 2011.










[1]Dr. Muhammad Yaumi, M.Hum., M.A, Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences, (Jakarta: Dian Rakyat, 2012), h. 12-26

Tidak ada komentar:

Posting Komentar